Sebagai diketahui, olahraga panjat tebing yang popular dikalangan remaja sebagai olahraga panjat dinding pada akhir-akhir ini menjadi sangat populer dan diminati oleh para remaja generasi muda kita. Semakin seringnya kejuaraan sejenis, baik yang dilakukan dilakukan di sekolah sebagai ektrakulikuler maupun mahasiswa pecinta alam sebagai salah satu kegiatan intregasi antar pelajar, mahasiswa dan remaja umum. Olah raga panjat dinding menjadi ternd yang digemari dan dijadikan olehraga tantangan bagi para generasi muda.
Disamping itu olahraga yang berorientasi pada kepuasan pribadi yang positif. Oleh raga ini menjadi rehabilitas bagi pecandu narkoba, panjat dinding memiliki candu yang dapat menggantikan narkoba. Tapi sayangnya candu positif ini tidak mudah didapat karena ada beberapa fase yang harus dilewatkan. Olahraga panjat tebing memiliki seperangkat nilai positif yang dapat mengembangkan setiap individu bagi pelakukannya. Salah satunya menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, karena pada saat pemanjatan dituntut untuk memecahkan masalah dan bagai mana rasa takut itu menjadi kekuatan untuk menambah ketinggian. Nilai positif itu yang perlu kita kembangkan terus pada generasi muda kita. Antara lain membentuk watak dan karakter, mengokohkan kepribadian, memupuk jiwa sportif, sederhana, patriotis dan penuh semangat juang, serta merupakan penyaluran bakat dan prestasi.
Dibanding dengan olahraga lainnya, panjat tebing termasuk sangat khas. Untuk melakukan olehraga ini tidak hanya mengandalkan fisik dan mental yang sempurna, namun juga perlu peralatan yang memadai untuk tetap menjamin keselamatan memanjat. Jadi tidak terlalu berlebihan apabila pemerintah ikut serta megadakan fasilitas yang komplit dan ridak hanya satu tempat saja di Sumedang.
FPTI merupakan wadah para pemanjat yang mengembangkan para atlit-atlit. Berupaya mengadakan fasilitas yang memadai dalam membentuk para atlitnya untuk meraih prestasi. Upaya pengembangan para atlit, FPTI khususnya Cab. Sumedang menyediakan fasilitas berupa papan panjat yang sudah direnofasi sejak tahun 2007 lalu itupun menjadi penyemangat bagi para atlit daerah Sumedang. Selain itu FPTI Cab. Sumedang menyediakan jalur pemajatan di gunung kacapi yang terletak disebelah utara kota Sumedang sebagai pencetusnya adalah Bey Abdurahman selaku devisi ekpedisi FPTI Cab. Sumedang yang dibantu oleh Skygers dan club-club dibawah binaanya. Porprov yang telah dilaksanakan juni 2006 atlit FPTI Cab. Sumedang yang di manger oleh Teuteung memberikan sumbangsih mendali kepada Sumedang yaitu 2 perak 1 perunggu adalah perwujudan nyata bahwa panjat dinding ikut berfartisifasi dalam mengharumkan Sumedang. Itupun terjadi berkat dorongan dan memberikan motivasi dari seluruh anggota FPTI Cab. Sumedang serta pemerintah tentunya.
Upaya yang dilakukan para pengurus FPTI Cab. Sumedang untuk mengukur kemampuan atlit Sirkuit digelar setelah jumatan (16/08) di pelataran parker graham insun medal (GIM) Sumedang yang berjenis Fun climbing tetapi kemasan kejuaraan tetap mengacu kepada mental persaingan untuk para atlit, dengan biaya gratis selain itu hadiah pun cukup menarik para atlit. Peserta sirkuit diikuti dari berbagai club maupun sekolah-sekolah di Sumedang kota. Yogi sebagai ketua pelaksana mengungkapkan “Tujuan diselenggarakannya sirkuit panjat dinding ini sebagai ajang pemanasan untuk menghadapi sirkuit yang melibatkan para atlit porprov kemarin, selain itu merespon para calon atlit baru untuk dapat mengetahui kompetisi dan yang paling utama mensosialisasikan keberadaan panjat tebing” tuturnya.
Selain olahraga panjat tebing Cabor lainpun ikut berfartisifasi dalam mengharumkan Kabupaten Sumedang seperti catur, Sepak takraw, Sepatu roda dan spedah yang salah seorang yang meninggal di karawang waktu pelaksanaan porprov 2006. Merupakan sebuah perjuangan dari seorang atlit yang rela dan memaksakan untuk membesarkan Sumedang. Poleng (21) nama samarannya diakui sebagai pahlawan dan dijadikan sejarah dalam persepedahan Sumedang. Jiwa patriot dan idialis yang mendasari dia tidak memperdulikan kondisi tubuhnya. Begitu juga Agung atlit sepatu roda sebelum pemberangkatan porprov dia mengangalami cedera tetapi dia berhasil mengharumkan Sumedang dengan merebut mendali emas, dan banyak lagi para pahlawan olah raga. Untuk itu tidak terlalu berlebihan apabila didukung dengan sarana yang memadai untuk meraih prestasi untuk sumedang yang membanggakan. Konsep tidak akan bisa mendukung kalau saja materi seadanya.
19 Agustus 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar