19 Agustus 2008

Upacara Penuh Pengorbanan

Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan suatu momon yang perlu kita syukuri dan renungkan sebagai penghormatan kepada pahlawan yang telah gugur menumpah darahnya untuk kemerdekaan. Sebagai generasi penerus bangsa rasa syukur dan tafakur terhadap kemerdekaan Indonesia pada saat ini mewujudkan rasa syukur itu dengan mengadakan kegiatan yang menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan dan kekeluargaan. Tentunya kegiatannya yang bersifat positif.
Tampomas yang terletak sebelah utara kota Sumedang merupakan tempat yang strategis dengan ketinggian 1.640 dari permukaan laut rumah-rumah kecil terlihat padat mengisi kota Sumedang menghiasinya. Kita dapat mendaki gunung itu dengan waktu perjalanan 4 jam dengan membawa cukup air 2 liter, sleeping bag, tenda, serta perbekalan makanan ringan atau bahan untuk nasi liwet untuk mengisi perut dipuncak. Jangan lupa bawa nasi timbel, karena kalau kita sampai puncak enaknya langsung makan dari pada masak liwet.
Dari berbagai organisasi pecinta alam yang berada di Sumedang maupun luar memilih dipuncak dari pada di kota untuk malam 17 agustus. Kota Sumedang terlihat indah dimalam hari yang dihiasi oleh lampu. Untungnya bulan ini musim kemarau, Harapan para pecinta alam terkabul untuk melihat lampu-lampu kota dimalam hut RI yang dimeriahkan paway lampion. Angin yang kencang tak menjadi halangan bagi para pecinta alam untuk berdiri melihat obor-obor yang bergerak di Puncak Gunung Tampomas, malah mereka ini merupakan momen yang jarang dan merindukan.
Setelah melewati malam yang indah, Sebagai tanda cinta tanah air 34 orang pecinta alam menggelar upacara bendera yang dipimpin oleh Ruslan salah satu anggota Caboa. Lagu 17 Agustus 45 dan Indonesia raya dinyanyikan bersama-sama di ikuti doa dan akhir pembubaran upacara dengan semangat para pecinta mengucapkan MERDEKA!! Gunung tampoas juga terdapat makam Eyang Prabu Siliwangi konon puncak gunung tampomas sebagai petapaan beliau. Sebagian pecinta alam melakukan ziarah mendoakan pahlawan sebagai simbolis di makam Eyang Prabu Siliwangi dan bersyukur atas kemerdekaan Indonesia. Setelah melakukan ziarah operasi semut dilakukan dan membakar bersama-sama setelah itu kembali pulang

0 komentar: