15 Juli 2008

Sejarah Sumedang

Pada mulanya Kabupaten Sumedang adalah sebuah kerajaan di bawah kekuasaan Raja Galuh. Didirikan oleh Prabu Geusan Ulun Adji Putih atas perintah Prabu Suryadewata sebelum Keraton Galuh dipindahkan ke Padjadjaran, Bogor. Seiring dengan perubahan zaman dan kepemimpinan, nama Sumedang mengalami beberapa perubahan. Yang pertama yaitu Kerajaan Tembong Agung (Tembong artinya nampak dan Agung artinya luhur) dipimpin oleh Prabu Guru Adji Putih pada abad ke XII. Kemudian pada masa zaman Prabu Tadjimalela, diganti menjadi Himbar Buana, yang berarti menenrangi alam, dan kemudian diganti lagi menjadi Sumedang Larang (Sumedang berasal dari Insun Medal/Insun Medangan yang berarti aku dilahirkan, dan larang berarti sesuatu yang tidak ada tandingnya).

Sumedang Larang mengalami masa kejayaan pada waktu dipimpin oleh Pangeran Angka Wijaya dan Prabu Geusan Ulun sekitar tahun 1578, dan dikenal luas hingga ke pelosok Jawa Barat dengan daerah kekuasaan meliputi wilayah Selatan sampai dengan Samudera Hindia, wilayah Utara sampai Laut Jawa, wilayah Barat sampai dengan kali Cisadane, dan wilayah Timur sampai dengan kali Cipamali.

Sumedang mempunyai ciri khas sebagai kota kuno khas di Pulau Jawa, yaitu terdapat Alun-alun sebagai pusat yang dikelilingi Mesjid Agung, rumah penjara, dan kantor pemerintahan. Di tengah alun-alun terdapat bangunan yang bernama Lingga, tugu peringatan yang dibangun pada tahun 1922. Dibuat oleh Pangeran Siching dari Negeri Belanda dan dipersembaghkan untuk Pangeran Aria Suriaatmadja atas jasa-jasanya dalam mengembangkan Kabupaten Sumedang. Lingga diresmikan pada tanggal 22 Juli 1922 oleh Gubernur Jenderal Mr. D. Folk Sampai saat ini Lingga dijadikan lambang daerah Kabupaten Sumedang dan tanggal 22 April diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Sumedang.

Suhu Udara di Sumedang Cenderung Meningkat Panas

Suhu udara di Kab. Sumedang belakangan cenderung meningkat panas, bahkan lebih panas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khususnya pada musim kemarau. Hal itu diduga berkaitan dengan makin luasnya lahan kritis yang mencapai 27.677 hektare. Dari luasan itu, 7.800 lebih kritis dan 986 sangat kritis, termasuk di daerah galian C Gunung Tampomas.

Menurut keterangan yang diperoleh "PR", Senin (8/11), dari 152.000 hektare luas wilayah Kab. Sumedang, lahan kritis itu tercatat 27.677,77 hektare. Meliputi, 8.246,40 hektare kategori potensial kritis, 10.554,74 hektare agak kritis, 7.890,51 hektare kritis, dan 986 hektare sangat kritis.

"Lahan kritis tersebut tersebar di sejumlah tempat, termasuk eks areal galian C Gunung Tampomas, yang sementara ini dinilai cukup serius. Karena itu pula, pihak pemda harus lebih tegas dalam pengelolaan kawasan hutan, terutama yang kondisinya kian rusak, seperti di daerah galian C yang nyaris tidak ada upaya reklamasi," jelas sumber di lingkungan Pemda Sumedang.

Diakui Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kab. Sumedang Ir. Drs. Dedi Supriatdi, pihaknya harus konsentrasi terhadap persoalan ini dan menuntut keseriusan semua pihak. "Memang, lahan kritis cukup luas. Akibat banyaknya lahan kritis itu, suhu udara di Sumedang, kini rasanya sudah seperti di wilayah pantura (Karawang dan Indramayu)," jelasnya.

Sementara itu, upaya yang dilaksanakan pemerintah guna mengatasi persoalan lahan kritis, lanjut Dedi, sebagaimana diamanatkan dalam rencana strategis daerah (renstrada) Kab. Sumedang 2003-2008, pada akhir 2008 hasil minimal yang dicapai harus tertangani 80%. Sementara itu, target untuk mewujudkan hutan lindung yang harus dicapai pada akhir 2008, yakni 49% dari 60.659,82 hektare hutan yang ada di wilayah Kab. Sumedang.

Menurut Dedi, dari 60.659,82 hektare luas hutan di Kab. Sumedang, 14.150 hektare di antaranya merupakan hutan rakyat, dan 46.509,82 hektare hutan negara yang terdiri dari 27.684,94 hektare hutan produksi, 8.823,48 hektare hutan lindung, 8.624,8 hektare taman buru, serta 1.376,6 hektare taman wisata alam dan cagar alam. Adapun bentuk teknis dalam penanganan lahan kritis, kata Dedi, di samping melalui upaya reboisasi dan reklamasi yang melibatkan komponen masyarakat, juga diperlukan kontrol dan pengawasan yang ketat terhadap kawasan hutan. Untuk itu, keterlibatan dan rasa memiliki masyarakat sekitar kawasan hutan perlu dibina dan dikembangkan dalam bentuk kemitraan.

Dilikuidasi

Ditambahkannya, pola kemitraan yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir antara Dishutbun Sumedang dengan masyarakat, di antaranya telah diwujudkan dalam bentuk kelompok tani. Di Kab. Sumedang, kini tercatat 411 kelompok tani penghijauan (KTP) dan 65 kelompok tani hutan (KTH), dan mereka senantiasa dilibatkan dalam berbagai program kegiatan yang berkaitan dengan hutan.

Dishutbun sendiri, diakui Dedi, jika mengacu pada Perda No. 48 Tahun 2000, di samping memiliki peranan yang sangat strategis, juga memikul tanggung jawab yang berat dan kompleks karena terdapat 11 kewenangan yang menjadi beban dalam lingkup kerjanya. Di antara kewenangannya itu, termasuk pengendalian dan rehabilitasi lahan pada daerah aliran sungai (DAS), dan menyusun perencanaan makro di bidang kehutanan dan perkebunan.

Demikian juga masalah pengawasan pupuk, pestisida, dan benih tanaman, serta perizinan pemanfaatan hasil hutan, juga di bawah kendali instansi ini. Sehingga, apabila PT Perhutani hendak melakukan penebangan pada areal hutan produksi, yang berhak mengeluarkan perizinannya adalah Dishutbun.

Menanggapi rencana Pemkab Sumedang tentang SOTK (susunan organisasi tata kerja) baru yang akan diaplikasikan mulai 2005, di mana Dishutbun akan dilikuidasi dan kewenangannya didistribusikan ke Dinas Pertanian serta Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), Dedi menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada bupati Sumedang. "Itu merupakan kewenangan bupati dan DPRD, terserah bagaimana kebijakan yang diambil nanti," katanya.

Ia sendiri berpendapat kalau bidang perkebunan tidak menjadi soal untuk digabung dengan instansi lain jika suatu saat terjadi likuidasi atas Dishutbun. Namun, untuk bidang kehutanan dengan lingkup kerja dan tanggung jawabnya yang relatif luas, perlu suatu kajian komprehensif.

Apalagi, jika kemudian kelembagaannya hanya ditangani setingkat subdinas (subdin). Menurut informasi, jika Dishutbun dilikuidasi, bidang kehutanan akan digabung dan menjadi salah satu subdinas pada Distamben, sedangkan bidang perkebunan akan menjadi salah satu subdin pada Dinas Pertanian

pesan dari seseorang yang mencintai ku

Sekarang, pagi mulai datang tepatnya ini jam 2:19 tanggal 13 juni 2008. Tak terasa waktu meninggalkan kita mungkin bulan juni adalah bulan yang kedelapan semenjak pertama kita bertemu. Pagi ini entah apa yang membawa a kedalam hayalan yang akan datang, cerita demi cerita a denger, mencoba masuk kedalam cerita itu begitu berat dan bukan untuk orang sembarang cobaan itu ada hanya untuk wanita yang keras hatinya. Zn punya rasa sayang yang begitu besar, zn punya rasa yakin dan zn punya rasa2 lain yang orang lain miliki, tetapi kamu tuh rapuh seperti yang slalu a bilang filosofis anak muda tuh kaya batu yang masih muda yang dengan hanya digenggam saja hancur, dan itulah jangan menutupi segala ilmu, pelajarilah apa yang tidak seharusnya kau pelajari. Kontrol diri juga harus diperhatikan, jangan makan ketika kau lapar, jangan minum ketika kau haus, jangan mencari uang ketika kau butuh uang. Coba lah apa makna yang terkandung dalam pepatah orang tua itu. Makanya a sarankan JANGAN PERNAH BERHENTI BELAJAR.

Entah apa atau bagaimana menjalankan ini. a telah masuk kedalam tekateki yang belum ada satu jawabanpun yang tepat untuk a jawab, karena kenapa? A hadir untuk tiada. seandainya kau hadir sebelum buah stroberi itu ku tanam, aku tak bisa kuhancurkan semua tumbuhan2 itu. Mungkin kau lebih tau karena mungkin kau wanita yang lembut hatinya. Mungkin kata maaf itu sudah menjadi makanan yang sangat pahit dan bukan obat lagi untuk hari ini, tetapi a ga bakalan bilang itu. Kita sadar bukan sabar tetapi nafsu yang menjadi penyesalan. karena hanya satu yang a pingin ucapkan yaitu “SEMANGAT”. Karena hidup di dunia ini adalah tempat untuk belajar, kesalahan adalah hal yang wajar tetapi menjadi tidak wajar apabila kita mengangkat tangan.

Ingat dan terapkan bahwa kita jangan terus-terusan menggunakan otak kanan yang selalu menggunakan perasaan, seimbangkanlah dengan mengimbuhi otak kiri sebagai emosional. Sadar sekarang lakukan sekarang.

Mungkin a ga akan bosen mengingatkan zn untuk berorientasi kedepan bahwa kita takan selalu bersama. A ga mau menjadi beban walau itu sudah terjadi saat ini tapi sedikitnya dapat disadari. Tak ada kegembiraan ketika orang yang disayangi itu meninggalkan kita, itu benar dan a merasakan hal itu. Begitu berat untuk ditinggalkan begitu juga berat untuk meninggalkan benar kata orang bijak bilang bahwa “Love like a war, easy to start difficult to end”. Tp kita harus bisa keluar dari peperangan ini, kita dapat berbagi walau kita tidak bersama lagi, kita dapat memberi kepada orang yang dekat sama kita. A bukanlah apa2, kita cuman sering bertemu saja dan rasa sayang itu muncul karena kenyamanan. Liat mr. Eti walaupun dia tidak punya anak tetapi dia merasa mempunyai banyak anak, dia tidak pernah kelihatan sedih karena kenapa? Karena dia memiliki ilmu yang bermanfaat. Jangan katakan zn ga mau menjadi guru y. coba lagi zn baca novel aku terlahir 800 gr dan buta ketika misyuki buta semenjak lahir tetapi dia bisa melihat dengan tangannya dan bisa bersepedah dengan keinginannya. Jadi kesimpulannya adlah ketika a ga ada zn harus yakin suatu saat nanti pasti ada penggantinya entah siapa itu. A bukan ga mau menjalankanya, Bukan a ga mau pengakuan zn sebagai apa dan bagai mana yang membuat zn sakit dan benci mungkin, tetapi a ga bisa apa2 cuman yang a bisa menunggu musim kemarau datang.

Zn untuk menjadi fahri a siap tetapi apakah niki mau dijadikan aissyah dalam hidup ini? Oh... a ga kebayang dengan semua itu. Imam pun ga bisa, a masih belum punya pengikat untuk itu. Tau ga begitu susahnya bersikat adil dan keadilan itu hanya ada pada tuhan.

Inget kita tidak boleh seperti beo yang mengikuti apa yang diucapkan majikannya. Dan jangan terlalu melihat sinetron. A hanya punya keyakinan bahwa besar kebahagian yang kelak zn dapetkan. Jika kau jawab “itu bohong masa depan akan suram contohnya kemarin” hanya pemikiran sempit apa bila mengkleim jawaban itu benar. Perlu di ingat bahwa kitaharus optimis. Tapi hanya satu lagi yang zn harus punya adalah lapang dada jangan ngarembet seperti listrik apabila punya kekesalan. Jangan kau ungkapkan kekesalan itu dengan mengerutkan dahi kepada orang lain lebih baik senyum lebar untuk tidak menunjukan masalah itu. Senyuman dapat menghadirkan banyak teman ketimbang kita mengerutkan dahi.

Seandainya semua teori itu mudah untuk di praktekan, mungkin ga bakalan ada orang yang memiliki sifat seperti suzzan ini. Sebenernya apa yang salah? Rasa sayang ini ga pernah zan minta sebelumnya, tapi semua itu karna sifat zan yang susah untuk jatuh cinta. Zan ga pernah bisa membagi rasa sayang ini, karna rasa ini hanya untuk satu orang, dan sekarang orang itu adalah a. sebenernya zan juga punya keinginan buat terlepas dari a, terlepas dari semua tentang a. tapi itu semua butuh waktu yang sangat lama, dan zan juga ga mau a terus terbebani dengan masalah ini. Zan ngerti banget perasaan a dan posisi a sekarang. Tapi rasa egois ini selalu tidak mau mengalah apalagi mengerti. Zan bahagia a masih bisa berbagi waktu buat zan. Meskipun ada kebahagiaan lain yang zan impikan.

Bener kata a. keinginan itu adalah sumber penderitaan. A tau keinginan zan apa? Zan pengen a jadi orang yang terakhir yang zan sayangin. Dan zan ga mau ada orang lain lagi masuk ke dalam kehidupan zan. A tau knapa? Zan ga mau nangis lagi, zan ga mau kehilangan lagi. Zan juga pengen memiliki a utuh. Tapi itu emang ga mungkin, zan juga sadar itu. Bodoh kalo a ninggalin pohon stroberi itu, dan memilih rumput liar yang tidak menghasilkan apa2!! Zan sayang a. dan mungkin a ga bakalan pernah tau segimana besarnya sayang zan ke a.

Zan suka lagu “sempurna”. Karna a adalah sempurna buat zan. A tau ga? Zan takut kalo hari itu akhirnya akan tiba. Hari dimana zan ga bisa lagi ngerasain hangatnya pelukan a. zan ga bisa nyentuh wajah a lagi. zan ga bisa denger nasehat a. zan ngerasa nyaman waktu a ngegenggam tangan zan. Akhirnya zan punya pelindung, zan punya penyemangat, meskipun semua itu ga bakalan bertahan lama.

Bagaimana aku akan berkata

Slamat tinggal kepada seseorang

Yang tidak pernah aku miliki?

Kenapa tetes air mata jatuh

Demi seseorang

Yang tidak pernah menjadi kepunyaanku?

Kenapa aku mencintai seseorang

Yang cintanya tak pernah untuk ku?

Alasan

aku mau berbagi tentang kesalahan yang kulakuan hari ini. sekarang aku merasa tidak seperti dulu kepercayaan diri pun meningkan sehingga membuat jiji dengan percaya diri ini. sekarang aku sebagai ketua senat, mungkin kebanyakan orang sebagai orang penting itu enak?
benar bagi orang yang mengalami banyak kegagalan tetapi aku baru kali ini mengalami kegagalan.
kebiasaan ku mengeluh yaitu masalah waktu. Mereka yang tidak tau tentang
oh ya ...
aku membuat alasan yang bisa ku lakukan yaitu aku sibuk.
itu bukan alasan saja tetapi benar adanya, utnuk seusia ku hari ini mereka ga percaya. kenapa orang yang dikasih penjelasan tidak mengerti?
malah dia menyalahkan ku & membandingkan dengan dirinya.
aku kesal mungkin dia tidak tau aku bagai mana diluar sana jauh dari pandangan yang normal. menganggap bahwa aku pemalas, terserah!
di pikir lagi kenapa kau menyalahkan waktu?
ternyata waktu tidak salah aku sadar kesibukan bukan sebuah alasan. tetapi sebuah bumerang kalau saja itu menjadi alasan.
jangan buat alasan karena sibuk. akuilah bahwa kita belum bisa, itu lebih baik.
karena manusia indonesia sedang krisis kepercayaan.

Untuk Amarah ku

Janganlah kau ungkapkan rasa kesal atau benci dengan menyakiti orang lain.
berteriaklah dan jatuhkan air mata mu bira perlu
itu lebih baik dari pada menyakiti apa yang tidak seharusnya kau sakiti.
matang-matang sebelum menanak nasi
jangan sampai nasi itu tidak enak untuk kau makan.
tulis jika kau temui catatan
baca ketika ada buku