Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan suatu momon yang perlu kita syukuri dan renungkan sebagai penghormatan kepada pahlawan yang telah gugur menumpah darahnya untuk kemerdekaan. Sebagai generasi penerus bangsa rasa syukur dan tafakur terhadap kemerdekaan Indonesia pada saat ini mewujudkan rasa syukur itu dengan mengadakan kegiatan yang menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan dan kekeluargaan. Tentunya kegiatannya yang bersifat positif.
Tampomas yang terletak sebelah utara kota Sumedang merupakan tempat yang strategis dengan ketinggian 1.640 dari permukaan laut rumah-rumah kecil terlihat padat mengisi kota Sumedang menghiasinya. Kita dapat mendaki gunung itu dengan waktu perjalanan 4 jam dengan membawa cukup air 2 liter, sleeping bag, tenda, serta perbekalan makanan ringan atau bahan untuk nasi liwet untuk mengisi perut dipuncak. Jangan lupa bawa nasi timbel, karena kalau kita sampai puncak enaknya langsung makan dari pada masak liwet.
Dari berbagai organisasi pecinta alam yang berada di Sumedang maupun luar memilih dipuncak dari pada di kota untuk malam 17 agustus. Kota Sumedang terlihat indah dimalam hari yang dihiasi oleh lampu. Untungnya bulan ini musim kemarau, Harapan para pecinta alam terkabul untuk melihat lampu-lampu kota dimalam hut RI yang dimeriahkan paway lampion. Angin yang kencang tak menjadi halangan bagi para pecinta alam untuk berdiri melihat obor-obor yang bergerak di Puncak Gunung Tampomas, malah mereka ini merupakan momen yang jarang dan merindukan.
Setelah melewati malam yang indah, Sebagai tanda cinta tanah air 34 orang pecinta alam menggelar upacara bendera yang dipimpin oleh Ruslan salah satu anggota Caboa. Lagu 17 Agustus 45 dan Indonesia raya dinyanyikan bersama-sama di ikuti doa dan akhir pembubaran upacara dengan semangat para pecinta mengucapkan MERDEKA!! Gunung tampoas juga terdapat makam Eyang Prabu Siliwangi konon puncak gunung tampomas sebagai petapaan beliau. Sebagian pecinta alam melakukan ziarah mendoakan pahlawan sebagai simbolis di makam Eyang Prabu Siliwangi dan bersyukur atas kemerdekaan Indonesia. Setelah melakukan ziarah operasi semut dilakukan dan membakar bersama-sama setelah itu kembali pulang
19 Agustus 2008
Membangun Bersama Ketinggian
Sebagai diketahui, olahraga panjat tebing yang popular dikalangan remaja sebagai olahraga panjat dinding pada akhir-akhir ini menjadi sangat populer dan diminati oleh para remaja generasi muda kita. Semakin seringnya kejuaraan sejenis, baik yang dilakukan dilakukan di sekolah sebagai ektrakulikuler maupun mahasiswa pecinta alam sebagai salah satu kegiatan intregasi antar pelajar, mahasiswa dan remaja umum. Olah raga panjat dinding menjadi ternd yang digemari dan dijadikan olehraga tantangan bagi para generasi muda.
Disamping itu olahraga yang berorientasi pada kepuasan pribadi yang positif. Oleh raga ini menjadi rehabilitas bagi pecandu narkoba, panjat dinding memiliki candu yang dapat menggantikan narkoba. Tapi sayangnya candu positif ini tidak mudah didapat karena ada beberapa fase yang harus dilewatkan. Olahraga panjat tebing memiliki seperangkat nilai positif yang dapat mengembangkan setiap individu bagi pelakukannya. Salah satunya menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, karena pada saat pemanjatan dituntut untuk memecahkan masalah dan bagai mana rasa takut itu menjadi kekuatan untuk menambah ketinggian. Nilai positif itu yang perlu kita kembangkan terus pada generasi muda kita. Antara lain membentuk watak dan karakter, mengokohkan kepribadian, memupuk jiwa sportif, sederhana, patriotis dan penuh semangat juang, serta merupakan penyaluran bakat dan prestasi.
Dibanding dengan olahraga lainnya, panjat tebing termasuk sangat khas. Untuk melakukan olehraga ini tidak hanya mengandalkan fisik dan mental yang sempurna, namun juga perlu peralatan yang memadai untuk tetap menjamin keselamatan memanjat. Jadi tidak terlalu berlebihan apabila pemerintah ikut serta megadakan fasilitas yang komplit dan ridak hanya satu tempat saja di Sumedang.
FPTI merupakan wadah para pemanjat yang mengembangkan para atlit-atlit. Berupaya mengadakan fasilitas yang memadai dalam membentuk para atlitnya untuk meraih prestasi. Upaya pengembangan para atlit, FPTI khususnya Cab. Sumedang menyediakan fasilitas berupa papan panjat yang sudah direnofasi sejak tahun 2007 lalu itupun menjadi penyemangat bagi para atlit daerah Sumedang. Selain itu FPTI Cab. Sumedang menyediakan jalur pemajatan di gunung kacapi yang terletak disebelah utara kota Sumedang sebagai pencetusnya adalah Bey Abdurahman selaku devisi ekpedisi FPTI Cab. Sumedang yang dibantu oleh Skygers dan club-club dibawah binaanya. Porprov yang telah dilaksanakan juni 2006 atlit FPTI Cab. Sumedang yang di manger oleh Teuteung memberikan sumbangsih mendali kepada Sumedang yaitu 2 perak 1 perunggu adalah perwujudan nyata bahwa panjat dinding ikut berfartisifasi dalam mengharumkan Sumedang. Itupun terjadi berkat dorongan dan memberikan motivasi dari seluruh anggota FPTI Cab. Sumedang serta pemerintah tentunya.
Upaya yang dilakukan para pengurus FPTI Cab. Sumedang untuk mengukur kemampuan atlit Sirkuit digelar setelah jumatan (16/08) di pelataran parker graham insun medal (GIM) Sumedang yang berjenis Fun climbing tetapi kemasan kejuaraan tetap mengacu kepada mental persaingan untuk para atlit, dengan biaya gratis selain itu hadiah pun cukup menarik para atlit. Peserta sirkuit diikuti dari berbagai club maupun sekolah-sekolah di Sumedang kota. Yogi sebagai ketua pelaksana mengungkapkan “Tujuan diselenggarakannya sirkuit panjat dinding ini sebagai ajang pemanasan untuk menghadapi sirkuit yang melibatkan para atlit porprov kemarin, selain itu merespon para calon atlit baru untuk dapat mengetahui kompetisi dan yang paling utama mensosialisasikan keberadaan panjat tebing” tuturnya.
Selain olahraga panjat tebing Cabor lainpun ikut berfartisifasi dalam mengharumkan Kabupaten Sumedang seperti catur, Sepak takraw, Sepatu roda dan spedah yang salah seorang yang meninggal di karawang waktu pelaksanaan porprov 2006. Merupakan sebuah perjuangan dari seorang atlit yang rela dan memaksakan untuk membesarkan Sumedang. Poleng (21) nama samarannya diakui sebagai pahlawan dan dijadikan sejarah dalam persepedahan Sumedang. Jiwa patriot dan idialis yang mendasari dia tidak memperdulikan kondisi tubuhnya. Begitu juga Agung atlit sepatu roda sebelum pemberangkatan porprov dia mengangalami cedera tetapi dia berhasil mengharumkan Sumedang dengan merebut mendali emas, dan banyak lagi para pahlawan olah raga. Untuk itu tidak terlalu berlebihan apabila didukung dengan sarana yang memadai untuk meraih prestasi untuk sumedang yang membanggakan. Konsep tidak akan bisa mendukung kalau saja materi seadanya.
Disamping itu olahraga yang berorientasi pada kepuasan pribadi yang positif. Oleh raga ini menjadi rehabilitas bagi pecandu narkoba, panjat dinding memiliki candu yang dapat menggantikan narkoba. Tapi sayangnya candu positif ini tidak mudah didapat karena ada beberapa fase yang harus dilewatkan. Olahraga panjat tebing memiliki seperangkat nilai positif yang dapat mengembangkan setiap individu bagi pelakukannya. Salah satunya menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, karena pada saat pemanjatan dituntut untuk memecahkan masalah dan bagai mana rasa takut itu menjadi kekuatan untuk menambah ketinggian. Nilai positif itu yang perlu kita kembangkan terus pada generasi muda kita. Antara lain membentuk watak dan karakter, mengokohkan kepribadian, memupuk jiwa sportif, sederhana, patriotis dan penuh semangat juang, serta merupakan penyaluran bakat dan prestasi.
Dibanding dengan olahraga lainnya, panjat tebing termasuk sangat khas. Untuk melakukan olehraga ini tidak hanya mengandalkan fisik dan mental yang sempurna, namun juga perlu peralatan yang memadai untuk tetap menjamin keselamatan memanjat. Jadi tidak terlalu berlebihan apabila pemerintah ikut serta megadakan fasilitas yang komplit dan ridak hanya satu tempat saja di Sumedang.
FPTI merupakan wadah para pemanjat yang mengembangkan para atlit-atlit. Berupaya mengadakan fasilitas yang memadai dalam membentuk para atlitnya untuk meraih prestasi. Upaya pengembangan para atlit, FPTI khususnya Cab. Sumedang menyediakan fasilitas berupa papan panjat yang sudah direnofasi sejak tahun 2007 lalu itupun menjadi penyemangat bagi para atlit daerah Sumedang. Selain itu FPTI Cab. Sumedang menyediakan jalur pemajatan di gunung kacapi yang terletak disebelah utara kota Sumedang sebagai pencetusnya adalah Bey Abdurahman selaku devisi ekpedisi FPTI Cab. Sumedang yang dibantu oleh Skygers dan club-club dibawah binaanya. Porprov yang telah dilaksanakan juni 2006 atlit FPTI Cab. Sumedang yang di manger oleh Teuteung memberikan sumbangsih mendali kepada Sumedang yaitu 2 perak 1 perunggu adalah perwujudan nyata bahwa panjat dinding ikut berfartisifasi dalam mengharumkan Sumedang. Itupun terjadi berkat dorongan dan memberikan motivasi dari seluruh anggota FPTI Cab. Sumedang serta pemerintah tentunya.
Upaya yang dilakukan para pengurus FPTI Cab. Sumedang untuk mengukur kemampuan atlit Sirkuit digelar setelah jumatan (16/08) di pelataran parker graham insun medal (GIM) Sumedang yang berjenis Fun climbing tetapi kemasan kejuaraan tetap mengacu kepada mental persaingan untuk para atlit, dengan biaya gratis selain itu hadiah pun cukup menarik para atlit. Peserta sirkuit diikuti dari berbagai club maupun sekolah-sekolah di Sumedang kota. Yogi sebagai ketua pelaksana mengungkapkan “Tujuan diselenggarakannya sirkuit panjat dinding ini sebagai ajang pemanasan untuk menghadapi sirkuit yang melibatkan para atlit porprov kemarin, selain itu merespon para calon atlit baru untuk dapat mengetahui kompetisi dan yang paling utama mensosialisasikan keberadaan panjat tebing” tuturnya.
Selain olahraga panjat tebing Cabor lainpun ikut berfartisifasi dalam mengharumkan Kabupaten Sumedang seperti catur, Sepak takraw, Sepatu roda dan spedah yang salah seorang yang meninggal di karawang waktu pelaksanaan porprov 2006. Merupakan sebuah perjuangan dari seorang atlit yang rela dan memaksakan untuk membesarkan Sumedang. Poleng (21) nama samarannya diakui sebagai pahlawan dan dijadikan sejarah dalam persepedahan Sumedang. Jiwa patriot dan idialis yang mendasari dia tidak memperdulikan kondisi tubuhnya. Begitu juga Agung atlit sepatu roda sebelum pemberangkatan porprov dia mengangalami cedera tetapi dia berhasil mengharumkan Sumedang dengan merebut mendali emas, dan banyak lagi para pahlawan olah raga. Untuk itu tidak terlalu berlebihan apabila didukung dengan sarana yang memadai untuk meraih prestasi untuk sumedang yang membanggakan. Konsep tidak akan bisa mendukung kalau saja materi seadanya.
15 Agustus 2008
FPTI Pencab. Sumedang mengadakan sirkuit
Pencab. Sumedang menadakan sirkuit panjat dinding yang dilaksanakan pada tanggal jumat (15/08) di pelataran parkir gim. di ikuti oleh berbagai sekolah yang berada di sumedang. " ini merupakan ajang pemanasan untuk menghadapi sirkuit jabar dan merupakan pencarian potensi-potensi calon para atlit sekaligus mensosialisasikan olehraga panjat dinding kepada masyarakat" tutur yogi selaku ketua pelaksana.
menghadapi porprov yang direncanakan tahun 2010 yang tadinya akan dilaksanakan tahun 2009 akan tetapi ada halangan pemilihan presiden, untuk porprov terpaksan untuk jabar di undur satu tahun. kab. Bandung menyatakan siap menjadi tuan rumah porprov 2010 mendatang karena koni jabar memlemparkan untuk stiap daerah yang siap dipersilahkan untuk menjadi tuan rumah.
menghadapi porprov yang direncanakan tahun 2010 yang tadinya akan dilaksanakan tahun 2009 akan tetapi ada halangan pemilihan presiden, untuk porprov terpaksan untuk jabar di undur satu tahun. kab. Bandung menyatakan siap menjadi tuan rumah porprov 2010 mendatang karena koni jabar memlemparkan untuk stiap daerah yang siap dipersilahkan untuk menjadi tuan rumah.
13 Agustus 2008
hari ulang tahun kemerdekaan
Kemerdekaan republik Indonesia merupakan suatu momen yang perlu disyukuri dan kita renungkan sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur menumpahkan darahnya untuk untuk meraih kemerdekaan. generasi penerus bangsa tentunya perlu bertafakur agar kemerdekaan ini di isi dengan berbagai kegiatan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan dan kekeluargaan. salah satu wujud nyata, Komunitas Mahasiswa Pelajar Peduli Aspirasi Rakyat (KOMPPAK) turut memeriahkan HUT RI ke-63. Kegiatan diketuai oleh M.Masruri dimana kegiatan itu di ikuti oleh mahasiswa dan pelajar dibawah bimbingan H. Endang Sukandar, dosen beserta guru juga ikut berpartisifasi dalam kegiatan tersebut. adapun kegiatan yang diperlobakan yaitu voly, tenis meja, futsal dan mojang jajakan sebagai penutup kegiatan pada tanggal 17 agustus 08.
10 Agustus 2008
45 Km di samping jalan tol
para pekerja tol yang menamakan dirinya Jasmapala (jasa marga pecinta alam) menggelar lomba lintas alam nasional yang di ikuti oleh 43 grup dilaksanakan pada hari sabtu sampai minggu (09-10/08) acara lintas alam ini diadakan sebagai memperingati hari kemerdekaan dan kesadaran lingkungan. star peserta dilakukan di gerbang tol jati luhur purwokerto pada jam 09.00 WIB dengan jawrak tempuh sekitar 45 lebih karena trek Lintas alam ini tidak sama denan jarak jalan tol karena treknya merupakan perbukitan dan sungai
pemenang pertama yaitu IPDN dan kedua adalah dari cilenyi dan ketiga lupa lagi. maklum saya juga ikutan. uh panasnya minta ampun seperti di gurun pasir. mungkin itu maksud jasmapala untuk membuat perlombaan lomba lintas alam ini.
pemenang pertama yaitu IPDN dan kedua adalah dari cilenyi dan ketiga lupa lagi. maklum saya juga ikutan. uh panasnya minta ampun seperti di gurun pasir. mungkin itu maksud jasmapala untuk membuat perlombaan lomba lintas alam ini.
06 Agustus 2008
Populasi
Dunia ini telah banyak populasi manusia yang menyingkirkan hewan dan tumbuhan. Dimana manusia yang tidak seimbang antara angka kematian dan angka kelahiran sehingga hutan menjadi desa dan desa menjadi sebuah kota. Dari setiap hal pastinya ada dampak negatif dan positifnya apapun itu bentuknya, ada yang membenarkan dan ada yang menyalahkan tetantang populasi pada saat ini.
Pernahkah mendengar tentang program KB? tentunya ini bukan hal asing bagi orang yang sudah menikah. Program pemerintah yang bertujuan untuk mencipkan negara yang sederhana dan sejahtera. Program ini masih belum berjalan secara maksimal karena ada sebagian masyarakat menganggap bahwa banyak anak banyak rejeki, tetapi Indonesia pada saat ini dengan kurang lebih hampir 100 jiwa lahir setiap bulannya tapi harapan dengan banyak anak banyak rejeki belum terwujudkan pada saat ini. apa yang kurang? Padahal setiap manusia dilahirkan bersama rejekinya. Pemikiran itu memang benar adanya, tetapi apabila semua orang berusaha untuk mendapatkannya rejeki itu, lahir hidup dan mati tanpa berkarya itu yang menjadi masalah. Beban yang ditanggung oleh negara adalah pendidikan, sebagian daerah masih ada pemuda yang berorientasi sehabis langsung kerja yang mengandalkan kekuatan otot saja hanya dapat mengangkat beban dan dapat bertahan bekerja seharian itu menjadi andalan. Apakah itu mampu bersaing di era globalisasi ini?
Proyek Jati Gede merupakan lapangan pekerjaan yang sangat potensial di Sumedang. Insvestor yang kelahirannya didaratan Cina meminta agar pekerjanya memiliki sarat dapat mengofrasikan alat berat dan bisa berbahasa mandarin. Sedangkan para pekerja kita masih kuli kasar dengan mengandalkan otot.
Dengan populasi yang semangkin meningkat kebutuhan pangan dan bahan bakar pun menjadi meningkat. Sedangkan daratan bukannya membesar malah ada salah satu pulau yang terindikasi menghilang. Coba kita perhatikan daerah sekitar kita berapa pohon yang ditebang, berapa pohon yang tumbuh, berapa meter ketinggian gunung, masih adakah kunang-kunang didesa, berapa liter air yang memenuhi bak mandi, berapa orang yang berdiri di bus damri di Bandung, dan banyak lagi yang harus kita pertanyakan yang diakibatkan oleh banyaknya populasi. Selain itu kita perlu memperhatikan limbah, polusi dan efek dari semua itu. Bayi pada saat ini hampir sama menghisap 1 bungkus roko ketika di perika, penyakit pun renkarnasi berkembang menjadi virus mematikan seiring dengan teknologi. Kita selalu menganggap sepele ketika ada yang batuk di angkutan umum padahal siapa tau tbc, berapa jenis virus yang keluar dari mulut dan menyebar. Lalu pulang kerumah dan lalu disebarkan lagi di keluarga.
Kita melihat pada hutan masyarakat Indonesia masih merasa tenang dan santai saja ketika penebangan pohon pun masih digalakan, itu sama saja kita telah memasang bom waktu yang tidak kita sadari kejadian yang sudah berlalu. Tanah rencong pada tahun 2004 mengalami kejadian sunami bom waktu yang kita tanam itu sudah meledak, menurut penelitian terindikasi bahwa diakibatkan oleh pergeseran tanah di dasar laut yang disebabkan pengeboran minyak. Begitu juga ditanah jawa dihiasi Lumpur yang menenggelamkan desa-desa disebabkan oleh jarum raksasa, benarkah ini takdir? kita hanya melihat dan mendengar tidak tau siapa yang harus disalahkan. Hutan yang terbakar di Kalimantan sehingga mengekspor asap ke Negara Malaysia dan Brunai itu diakibatkan oleh pembakaran ladang untuk lahan sawit sehingga merambat kehutan.
Semua telah terjadi dan kita tidak mungkin mengembalikan waktu berlalu. Mari kita bercermin dari kesalahan yang terjadi. Jangan katakan kenapa tetapi katakanlah bagai mana mengatasinya, menyukai tanaman merupakan langkah awal untuk melihat kedepan dan jangan merasa risi dengan kegelapan dikarenakan pohon tetapi kita pikirkan kedepan apa manfaat pohon tersebut. Tuhan telah menciptakan bumi berserta isinya untuk dimanfaatkan bukan untuk dihancurkan. Melihat masa depan adalah hal yang terbaik agar anak dan cucu kita tidak sengsara. Sadar sekarang lakukan sekarang.
Pernahkah mendengar tentang program KB? tentunya ini bukan hal asing bagi orang yang sudah menikah. Program pemerintah yang bertujuan untuk mencipkan negara yang sederhana dan sejahtera. Program ini masih belum berjalan secara maksimal karena ada sebagian masyarakat menganggap bahwa banyak anak banyak rejeki, tetapi Indonesia pada saat ini dengan kurang lebih hampir 100 jiwa lahir setiap bulannya tapi harapan dengan banyak anak banyak rejeki belum terwujudkan pada saat ini. apa yang kurang? Padahal setiap manusia dilahirkan bersama rejekinya. Pemikiran itu memang benar adanya, tetapi apabila semua orang berusaha untuk mendapatkannya rejeki itu, lahir hidup dan mati tanpa berkarya itu yang menjadi masalah. Beban yang ditanggung oleh negara adalah pendidikan, sebagian daerah masih ada pemuda yang berorientasi sehabis langsung kerja yang mengandalkan kekuatan otot saja hanya dapat mengangkat beban dan dapat bertahan bekerja seharian itu menjadi andalan. Apakah itu mampu bersaing di era globalisasi ini?
Proyek Jati Gede merupakan lapangan pekerjaan yang sangat potensial di Sumedang. Insvestor yang kelahirannya didaratan Cina meminta agar pekerjanya memiliki sarat dapat mengofrasikan alat berat dan bisa berbahasa mandarin. Sedangkan para pekerja kita masih kuli kasar dengan mengandalkan otot.
Dengan populasi yang semangkin meningkat kebutuhan pangan dan bahan bakar pun menjadi meningkat. Sedangkan daratan bukannya membesar malah ada salah satu pulau yang terindikasi menghilang. Coba kita perhatikan daerah sekitar kita berapa pohon yang ditebang, berapa pohon yang tumbuh, berapa meter ketinggian gunung, masih adakah kunang-kunang didesa, berapa liter air yang memenuhi bak mandi, berapa orang yang berdiri di bus damri di Bandung, dan banyak lagi yang harus kita pertanyakan yang diakibatkan oleh banyaknya populasi. Selain itu kita perlu memperhatikan limbah, polusi dan efek dari semua itu. Bayi pada saat ini hampir sama menghisap 1 bungkus roko ketika di perika, penyakit pun renkarnasi berkembang menjadi virus mematikan seiring dengan teknologi. Kita selalu menganggap sepele ketika ada yang batuk di angkutan umum padahal siapa tau tbc, berapa jenis virus yang keluar dari mulut dan menyebar. Lalu pulang kerumah dan lalu disebarkan lagi di keluarga.
Kita melihat pada hutan masyarakat Indonesia masih merasa tenang dan santai saja ketika penebangan pohon pun masih digalakan, itu sama saja kita telah memasang bom waktu yang tidak kita sadari kejadian yang sudah berlalu. Tanah rencong pada tahun 2004 mengalami kejadian sunami bom waktu yang kita tanam itu sudah meledak, menurut penelitian terindikasi bahwa diakibatkan oleh pergeseran tanah di dasar laut yang disebabkan pengeboran minyak. Begitu juga ditanah jawa dihiasi Lumpur yang menenggelamkan desa-desa disebabkan oleh jarum raksasa, benarkah ini takdir? kita hanya melihat dan mendengar tidak tau siapa yang harus disalahkan. Hutan yang terbakar di Kalimantan sehingga mengekspor asap ke Negara Malaysia dan Brunai itu diakibatkan oleh pembakaran ladang untuk lahan sawit sehingga merambat kehutan.
Semua telah terjadi dan kita tidak mungkin mengembalikan waktu berlalu. Mari kita bercermin dari kesalahan yang terjadi. Jangan katakan kenapa tetapi katakanlah bagai mana mengatasinya, menyukai tanaman merupakan langkah awal untuk melihat kedepan dan jangan merasa risi dengan kegelapan dikarenakan pohon tetapi kita pikirkan kedepan apa manfaat pohon tersebut. Tuhan telah menciptakan bumi berserta isinya untuk dimanfaatkan bukan untuk dihancurkan. Melihat masa depan adalah hal yang terbaik agar anak dan cucu kita tidak sengsara. Sadar sekarang lakukan sekarang.
Bendera Partai Kembali Dikibarkan
Setelah pilkada bulan mei 2008 lalu Sumedang dihadapkan kembali pada partai politik yang dimana tahun 2009 yang akan datang telah menanti pemilihan presiden. Kini partai politik baru bermunculan kembali seiring dengan jumlah remaja yang meningkat yang baru memiliki hak pilih. Partai politik merupakan alat yang baik untuk mencapai tujuan dengan didasari pandangan elit politiknya bahwa rakyat perlu dibimbing dan dibina untuk mencapai stabilitas yang utuh. Oleh karena itu partai politik merupakan suatu kelompok yang terorganisir anggota-anggotanya yang mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Seperti halnya selogan bhineka tunggal ika yang dimana memiliki tiga versi penafsiran yaitu pertama berbeda-beda tetapi sama, kedua sama tetapi berbeda-beda dan ketiga berbeda dan sama bisa saja. Kalau direnungkan disini letak persoalan reformasi Indonesia. Untuk mencegah disintregasi, harus diciptakan kebudayaan bersama yang berbeda-beda, atau berbeda tapi sama, atau sama dan beda boleh saja. Terserah maupilih yang mana. Yang penting, jangan memaksakan tafsiran mana yang paling benar yang paling harus diikuti. Sama halnya kita juga tidak mungkin memaksakan satu strategi kebudayaan. Kenapa tidak untuk menyambut partai baru.
Pada saat ini 18 partai baru beberapa di antaranya cukup dikenal. Yaitu Partai Hati Nurani Rakyat yang mengusung mantan Panglima TNI Wiranto. Partai Gerakan Indonesia Raya yang di sebut-sebut mencalonkan mantan Panglima Komando Strategi dan Cadangan TNI Angkatan Darat Prabowo Subianto. Partai Demokrasi Pembaharuan yang diisi para mantan fungsionaris PDIP. Pengumuman ini dibacakan langsung Ketua Umum KPU, Abdul Hafiz Anshary, di Kantor Pusat KPU, Jakarta Pusat. Tujuh partai dinyatakan lolos berdasarkan pasal 315 Undang-Undang Pemilu. Antara lain Partai Golongan Karya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, serta Partai Keadilan Sejahtera. Ketujuh partai ini memenuhi electrolal treshold sebesar tiga persen suara di parlemen. Sedangkan sembilan partai langsung lolos karena memenuhi syarat pasal 316 UU Pemilu. Mereka lolos karena mempunyai wakil di parlemen. Kesembilan partai itu antara lain Partai Bintang Reformasi, Partai Damai Sejahtera, Partai Bulang Bintang, Partai Demokrasi Kebangsaan, Partai Pelopor, Partai Karya Peduli Bangsa, PNI Marhaenisme, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Penegak Demoksrasi Indonesia.
Bendera-bendera partai politik berkibar menghiasi pinggir jalan jembatan pasifik melambai-lambai seperti mengajak “ayo pilihlah kami, mari kita bangun bangsa bersama-sama”. Bendera itu menjadi bahan perhatian sopir dan pengguna jalan prabugeusan ulun. Bendera tersebut antara lain partai besar yang mengisinya yaitu PDIP, PPP, dan partai baru seperti HANURA, PPRN. Warna pelangi itu indah begitu juga partai politik mewarnai Indonesia yang memiliki warna yang mempengaruhi karakteristik masing-masing partai politik. Diantaranya warna merah menunjukan keberanian, warna kuning melambangkan keagungan, hijau menunjukan kedamaian, putih kebersihan dan banyak lagi warna yang memiliki makna tersendiri yang dipancarkan oleh masing-masing partai politik. Kalau bisa jangan sampai cuman satu partai politik untuk memikirkan nasib bangsa ini. Jangan sampai ada satu macam keadilan rakyat, satu macam pembangunan negeri, satu macam kesejahteraan, satu macam pendapat atau pemikiran, dan satu macam kebenaran. Lebih penting lagi kita jangan menyalahkan satu pihak. Justru kita harus terima lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihan. Terkecuali yang harus dicemaskan adalah bakal calon yang mengacaukan bangsa.
Pepatah mengatakan ketakutan adalah pengetahuan yang kurang lengkap. Memang benar adanya, kita takut pada hantu karena kita tidak tahu keberadaan ada atau tidaknya, kita takut pada perampok karena kita tidak mengenalnya. Bila kita dapat mengendalikan dan memanfaatkannya, bahkan kepada harimau pun kita tidak takut. Yang menjadi kita takut akan takut seragam dan takut berbeda. Sepertihalnya kejadian pada sekarang ada penyimpangan agama yang merekap ulang agama islam. Entah apa yang mendasari pemikiran aliran sesat tersebut apa mereka takut sama ataukah takut berbeda? Untuk partai politik itu sahsaja seperti yang telah dibahas diatas kita harus berbeda tetapi tidak menutupi perubahan (statis) karena kita ditanah air yang sama tanah Indonesia untuk bersama-sama membangun negeri adalah kewajiban untuk semua kalangan.
Pada saat ini 18 partai baru beberapa di antaranya cukup dikenal. Yaitu Partai Hati Nurani Rakyat yang mengusung mantan Panglima TNI Wiranto. Partai Gerakan Indonesia Raya yang di sebut-sebut mencalonkan mantan Panglima Komando Strategi dan Cadangan TNI Angkatan Darat Prabowo Subianto. Partai Demokrasi Pembaharuan yang diisi para mantan fungsionaris PDIP. Pengumuman ini dibacakan langsung Ketua Umum KPU, Abdul Hafiz Anshary, di Kantor Pusat KPU, Jakarta Pusat. Tujuh partai dinyatakan lolos berdasarkan pasal 315 Undang-Undang Pemilu. Antara lain Partai Golongan Karya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, serta Partai Keadilan Sejahtera. Ketujuh partai ini memenuhi electrolal treshold sebesar tiga persen suara di parlemen. Sedangkan sembilan partai langsung lolos karena memenuhi syarat pasal 316 UU Pemilu. Mereka lolos karena mempunyai wakil di parlemen. Kesembilan partai itu antara lain Partai Bintang Reformasi, Partai Damai Sejahtera, Partai Bulang Bintang, Partai Demokrasi Kebangsaan, Partai Pelopor, Partai Karya Peduli Bangsa, PNI Marhaenisme, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Penegak Demoksrasi Indonesia.
Bendera-bendera partai politik berkibar menghiasi pinggir jalan jembatan pasifik melambai-lambai seperti mengajak “ayo pilihlah kami, mari kita bangun bangsa bersama-sama”. Bendera itu menjadi bahan perhatian sopir dan pengguna jalan prabugeusan ulun. Bendera tersebut antara lain partai besar yang mengisinya yaitu PDIP, PPP, dan partai baru seperti HANURA, PPRN. Warna pelangi itu indah begitu juga partai politik mewarnai Indonesia yang memiliki warna yang mempengaruhi karakteristik masing-masing partai politik. Diantaranya warna merah menunjukan keberanian, warna kuning melambangkan keagungan, hijau menunjukan kedamaian, putih kebersihan dan banyak lagi warna yang memiliki makna tersendiri yang dipancarkan oleh masing-masing partai politik. Kalau bisa jangan sampai cuman satu partai politik untuk memikirkan nasib bangsa ini. Jangan sampai ada satu macam keadilan rakyat, satu macam pembangunan negeri, satu macam kesejahteraan, satu macam pendapat atau pemikiran, dan satu macam kebenaran. Lebih penting lagi kita jangan menyalahkan satu pihak. Justru kita harus terima lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihan. Terkecuali yang harus dicemaskan adalah bakal calon yang mengacaukan bangsa.
Pepatah mengatakan ketakutan adalah pengetahuan yang kurang lengkap. Memang benar adanya, kita takut pada hantu karena kita tidak tahu keberadaan ada atau tidaknya, kita takut pada perampok karena kita tidak mengenalnya. Bila kita dapat mengendalikan dan memanfaatkannya, bahkan kepada harimau pun kita tidak takut. Yang menjadi kita takut akan takut seragam dan takut berbeda. Sepertihalnya kejadian pada sekarang ada penyimpangan agama yang merekap ulang agama islam. Entah apa yang mendasari pemikiran aliran sesat tersebut apa mereka takut sama ataukah takut berbeda? Untuk partai politik itu sahsaja seperti yang telah dibahas diatas kita harus berbeda tetapi tidak menutupi perubahan (statis) karena kita ditanah air yang sama tanah Indonesia untuk bersama-sama membangun negeri adalah kewajiban untuk semua kalangan.
Langgan:
Entri (Atom)

